Pos kali ini adalah kisah benar, bukan rekaan semata-mata, ada kena mengena dengan yang masih hidup. Moga ianya menjadi pedoman kita bersama. Kadangkala, terasa juga apabila berkawan dengan mereka yang merasakan diri mereka baik hebat dan alim. Yang tak seronoknya, kawan2 yang tidak mengikuti spesifikasi mereka, dilabelnya kita pula sebagai jahat. Allahurabbi. Benarlah kerana mulut badan binasa. Tudung labuh tidak menjanjikan syurga andaikata butiran kata-kata keluar dari mulut pemakainya, Allahurabbi, robek hati mendengarnya. Maafkan manusia spesis ini. Mungkin dihadirkan perasaan mereka itu hebat, baik, sehinggakan menjadikan mereka mudah saja menuturkan kata2 yang menyakitkan. Moral of the story: be careful of what you utter. May Allah forgives you my friend.
looking back for the past five years, it has been a fulfilling years. Blessed with two kids, a boy and a girl, alhamdulillah. After all, it has been an enjoyable process with the kids. Not to say, there has been also ups and downs of being a mama. It can tests your limits sometimes and often I feel I really need to improve for their future.
Comments
Post a Comment